Cute Plant Dancing Kaoani Tentang Melewati Malam yang Sepi | Di Bawah Gerimis

Minggu, 10 Januari 2016

Tentang Melewati Malam yang Sepi

Diposting oleh Wulan Mardianas di 05.58
Tampaknya lama-lama saya menikmati menulis sendiri, tanpa ada yang membaca. Hehe.

Tidak perlu lagi curhat terselubung, di sini saya bisa curhat betulan. Seperti pensieve-nya Profesor Dumbledor, blog ini merupakan pensieve saya sendiri. Yup. Seperti caption yang saya usung dulu.

Belakangan saya sering baper. Sering sedih sendiri, memikirkan banyak hal. Merasakan kesepian yang mendalam. Mungkin pengaruh PMS. Atau karena saya benar-benar belum pernah berada pada fase paling kesepian seperti sekarang ini?

Kalau ada boneka di kamar ini, sudah saya peluk-peluk, sambil memandangi hujan dengan sedih (meminjam istilah Mbak Windry Ramadhina).

Kalau ada Pandu di kamar ini (omong-omong dia adik saya) sudah saya cium-cium, saya uwel-uwel, kemudian kami akan tertawa-tawa sampai lelah sendiri.

Kalau ada Emak di sini (Oke, sama Bapak juga deh) saya sudah banjir air mata bahagia, sekaligus trenyuh. Saya pasti akan memeluk tubuh Emak sampai pagi. Dan terbangun dengan senyum seperti seorang bocah.

Kalau ada Mbah di sini... Mbah Antri, nenek yang sangat care dan mencintai saya melebihi siapa pun... Yang selalu mengusap kepala saya. Yang paling khawatir jika saya sakit sedikit saja. Apa yang bisa Wulan lakukan, Mbah? Selain memandangi makam Embah setiap kali pulang kampung.

Allah... kuatkan iman saya.

-x-

Oh, ya. Seandainya ada kamu di sini... di kamar ini... malam ini... iya... kamu yang berjenis kelamin lelaki. Artinya, saya sudah sah menjadi seorang istri^^

Kyaaaaaaa.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Di Bawah Gerimis Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting