Cute Plant Dancing Kaoani Pada Hari Jumat Kuturut Ke Kota Tua | Di Bawah Gerimis

Sabtu, 07 Mei 2016

Pada Hari Jumat Kuturut Ke Kota Tua

Diposting oleh Wulan Mardianas di 04.58
Jujur, ya, saya lebih bisa menuliskan apa yang saya rasa ketimbang apa yang saya jalani. Menuliskan kegiatan, cerita perjalanan, entah bagaimana cukup tidak mudah untuk saya pribadi.


(Kadang pakai saya, kadang pakai aku. Maafkanlah.)


Kemarin saya ke Kota Tua Jakarta. Awalnya sama sekali nggak ada rencana. Semua serba dadakan dan cepat-cepat.

Saya pergi bersama tiga teman kos dan kawan-kawan dari salah satu teman kos itu. Nah, di sini uniknya. Dua teman saya, E dan S mahasiswi asal Sumba, beragama Katholik. Sedangkan M, mahasiswi, asal Sumba juga. Agama? Kristen juga. Namun tidak sealiran dengan E dan S.

Dan kami pergi ke Kota Tua bersama teman-teman sealiran M. Kurang lebih bersembilan.

Sembilan gadis. Dua agama, tiga kepercayaan yang berbeda.

Kami saling menghormati kepercayaan masing-masing. Bagimu, agamamu dan bagiku, agamaku. Namun, yang lucu, justru saya yang diajak berdiskusi dengan salah satu teman M. Targetnya? Membuka pemahaman E dan S yang dianggapp keliru menurut mereka, melalui diskusi ringan di dalam kereta bersama saya.

Yup, saya sadar, bukan saya objek dakwah mereka. Namun, dua teman saya itu.

"Jadi, apa bedanya aliran kalian dengan kristen yang lain?"

"Kami tidak merayakan natal. Tidak merayakan ulang tahun. Karen natal budaya Romawi, tidak ada dalam Al kitab."

Salah satu contoh dialog kami.

"Hm, berarti kalau di agamaku, kalian itu suka berdakwah ke mana-mana, ya?"

"Mungkin," jawabnya tersenyum. "Eh, ngomong-ngomong, dakwah itu apa ya?"

Hihihihi.

Di dalem kereta. Penuhnya... fiuhh



Jakarta siang itu panasnya ampun-ampunan. Jangan ditanya seperti apa wajah saya. Makin merah. Ya sudah, kami jalan saja. Foto-foto. Jalan. Foto-foto lagi. Sampai museum Bank Indonesia, ternyata tutup. Libur, sih, ya.


Yang nyari souvenir dan jajanan khas Jakarta... di sini nih

Djakarte

Abaikan modelnya. Niat hati mau ngambil gambar mobilnya, eh die nyelonong aje xD

Lelah muter-muter. Panas. Dan sebagainya, dan sebagainya, kami makan siang dulu.

mamams dulu



Keluarga kecil bahagia


Rombongan kami



Nah, ini bagian menyebalkannya. Ndilalah hari itu saya sedang 'dapet' hari pertama, dan keluarnya banyaaak banget. Ditambah panas-panasan berjam-jam, juga paginya nggak sempat sarapan. Saya nyaris pingsan. Lemes banget. Dengan sigap teman-teman melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk meringankan beban penderitaan saya *eceh*. Dari ngambilin air minum, roti dan minyak angin di dalem tas. Jadi sandaran *dasar jomblo* sampai jadi bantal--iya saya sampai tiduran di lantai stasius lho. Dari bawain ransel, sampai dengan sengaja berebut kursi di kereta cuma untuk dikasihin ke saya. Huuuaaa terharu.

Setelah hampir sampai stasiun Depok Baru, kami berpamitan. Tentunya banyak berterima kasih karena mereka sangat pengertian. Dan berkali-kali minta maaf.

"Maaf, yaa, aku merepotkan."

Dasar!







0 komentar:

Posting Komentar

 

Di Bawah Gerimis Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting